Minggu, 14 Desember 2008

DOKTER KE HUTAN, HERAN ?

Biasanya yang melakukan eksplorasi ke hutan adalah pencinta lingkungan, petugas kehutanan, peneliti flora dan fauna, atau satu lagi adalah perambah hutan.

Seorang dokter perempuan cantik punya posisi penting di pemerintahan daerah masuk hutan, tentu saja ada yang bertanya, ngapain sih sang dokter masuk keluar hutan dan mendaki gunung hingga keringgian 1500 meter?.

Dokter Ria Taleaumbanua mungkin salah seorang dokter yang punya hobi unik diantara dokter yang ada di Indonesia. Dia seorang penggemar anggrek. Beberapa daerah di Indonesia yang diketahui mengasilkan anggrek spesies hutan selalu dikunjungi dan didapatkan untuk ditangkar kembali. Dia hadir pada acara natal Bernuansa Lingkungan di taman Eden 100, 12 Desember 2009.

Ria

Dia adalah keturunan Nias yang mengabdi di Tanah Batak. Beliau pernah jadi Kepala Rumah Sakit Umum Jasamen Pematang Siantar yang kemudian heboh setelah diberhentikan oleh sang Walikota RE Siahaan.

Ria adalah seorang dokter kesehatan, pendidikan masternya adalah bidang kesehatan. "Kehadiran saya di taman Eden mungkin panggilan Tuhan untuk melihat dunia lain selain dunia saya" katanya.

Di taman Eden dia menemukan hal yang dikatakannya sangat LUAR BIASA. Merupakan karya Tuhan yang harus dijaga. Mengucapkan salut kepada keluarga Sirait pengelola taman Eden karena memberikan tanah kawasan ini untuk bangsa dan Negara.

Ragam Anggrek di kawasan Taman Eden 100

Semula Ria diajak temannya ke taman eden untuk melihat ragam anggrek yang ada. Saat pertama sekali itu dia sudah menyatakan kekagumannya dengan kata LUAR BIASA. "Kenapa selama ini harus ke Bedugul, Bali dan Bandung melihat anggrek sementara disini ada dan lengkap?"

Ria menemukan ratusan spesies anggrek di Hutan Taman Eden. Dia melakukan pengamatan tempat tumbuhnya, habitatnya perkembangannya. Dia bersama timnya di Taman Eden akan menurunkan semua anggrek tu dari ketinggian ke lokasi yang disediakan Taman Eden untuk dapat disaksikan semua pengunjung. Saat ini sudah berhasil menurunkan 70 spesies.

Target yang Ria lakukan, bula Pebruari 2009 akan menurunkan 100 spesies anggrek hutan ke lokasi yang sudah tersedia. Untuk ini akan dipersiapkan lengkap dengan buku anggrek spesies yang ada di Taman Eden.

Di Bali, melihat-lihat anggrek saja harus bayar Rp 10.000. Kenapa di Taman Eden tidak kita buat seperti itu?

Bagaimana dengan Danau Toba?

Keprihatinannya tentang danau toba karena kurangnya kepedulian dari kita sendiri. "Danau TOba yang termashyur bagi orang lain, bagi kita biasa-biasa saja", katanya. Keadaannya sekarang seperti mati. Kedepan bagaimana untuk berkembang? Kita harus mempersiapkan diri kita seperti yang dilakukan beberapa orang antara lain ibu Annette.

Kenapa orang tidak mau datang ke Danau Toba?

Seputar danau toba banyak sampah, pohon disekitarnya ditebangi, dan belum melihat kekayaan alam disekitarnya. Kepedulian dari pemerintah perlu ditingkatkan disamping kepedulian masyarakat.


AddThis Social Bookmark Button

1 komentar:

  1. apa yang dilakukan dokter itu sudah baik dan pantas untuk disikapi secara baik,kalau ia diberhentikan walikotanya,mungkin sang wlikota merasa siantar itu milik pribadinya

    BalasHapus