Kamis, 19 November 2009

Fakta Di Danau Toba

Pantai Ajibata sungguh indah pada awalnya. Seiring dengan perkembangan jaman, kepentingan ekonomi menjadi pendorong yang akhirnya mengabadikan keindahan ini.

Jala apung bertebaran di teluk yang indah ini. Sampah berserak dan eceng gondok menumpuk. Limbah pencucian ikan. Hilang ruang untuk melakukan sepeda air dan boat-cross pesisir pantai. Kebebasan bagi penikmat Danau Toba yang ingin bebas berseliweran di permukaan air menjadi terganggu.

Gambaran ini merupakan kondisi awal di setiap sudut Danau Toba yang potensial diolah menjadi lahan industri perikanan dan pertambangan batu.

Gerakan demi gerakan secara sporadis muncul memberikan kepedulian kepada tanah batak yang didalamnya ada Danau Toba yang indah. Seiring dengan itu penguasa dan pengusaha bercengkerama melakukan tindak eksploitasi Danau dan tepiannya tanpa menghiraukan seruan orang-orang yang mencintai lingkungan Danau Toba.

sumber : www.tanobatak.wordpress.com


Minggu, 14 Desember 2008

DANAU TOBA UNTUK ANDA

Danau Toba adalah salah satu danau terbesar di dunia, dan terbesar di Asia. Danau ini mendapat nominasi keajaiban alam. Danau ini mengelilingi satu pulau yang dinamai Samosir dan semua kawasan yang mengelilinginya disebut tanah batak atau Toba di Propinsi Sumatera Utara Indonesia.

ANNETTE DAN DANAU TOBA

Perempuan cantik berasal dari Wengern Jerman ini kini menetap di Pulau Samosir. Keindahan Danau Toba mengikatnya disana hingga ketemu jodoh. Dia menjadi pengusaha hotel Tabo Cottages di Samosir yang kawasannya ditata asiri.

IDE MARKUS UNTUK DANAU TOBA

Kehadiran Markus di Danau Toba pertama sekali setelah membaca tentang danau ini di national geographi. Di kawasan ini dia mendapatkan jodohnya boru Saragi, sehingga tinggal menetap dikawasan Danau Toba.

DOKTER KE HUTAN, HERAN ?

Biasanya yang melakukan eksplorasi ke hutan adalah pencinta lingkungan, petugas kehutanan, peneliti flora dan fauna, atau satu lagi adalah perambah hutan.

Seorang dokter perempuan cantik punya posisi penting di pemerintahan daerah masuk hutan, tentu saja ada yang bertanya, ngapain sih sang dokter masuk keluar hutan dan mendaki gunung hingga keringgian 1500 meter?.

Dokter Ria Taleaumbanua mungkin salah seorang dokter yang punya hobi unik diantara dokter yang ada di Indonesia. Dia seorang penggemar anggrek. Beberapa daerah di Indonesia yang diketahui mengasilkan anggrek spesies hutan selalu dikunjungi dan didapatkan untuk ditangkar kembali. Dia hadir pada acara natal Bernuansa Lingkungan di taman Eden 100, 12 Desember 2009.

Ria

Dia adalah keturunan Nias yang mengabdi di Tanah Batak. Beliau pernah jadi Kepala Rumah Sakit Umum Jasamen Pematang Siantar yang kemudian heboh setelah diberhentikan oleh sang Walikota RE Siahaan.

Ria adalah seorang dokter kesehatan, pendidikan masternya adalah bidang kesehatan. "Kehadiran saya di taman Eden mungkin panggilan Tuhan untuk melihat dunia lain selain dunia saya" katanya.

Di taman Eden dia menemukan hal yang dikatakannya sangat LUAR BIASA. Merupakan karya Tuhan yang harus dijaga. Mengucapkan salut kepada keluarga Sirait pengelola taman Eden karena memberikan tanah kawasan ini untuk bangsa dan Negara.

Ragam Anggrek di kawasan Taman Eden 100

Semula Ria diajak temannya ke taman eden untuk melihat ragam anggrek yang ada. Saat pertama sekali itu dia sudah menyatakan kekagumannya dengan kata LUAR BIASA. "Kenapa selama ini harus ke Bedugul, Bali dan Bandung melihat anggrek sementara disini ada dan lengkap?"

Ria menemukan ratusan spesies anggrek di Hutan Taman Eden. Dia melakukan pengamatan tempat tumbuhnya, habitatnya perkembangannya. Dia bersama timnya di Taman Eden akan menurunkan semua anggrek tu dari ketinggian ke lokasi yang disediakan Taman Eden untuk dapat disaksikan semua pengunjung. Saat ini sudah berhasil menurunkan 70 spesies.

Target yang Ria lakukan, bula Pebruari 2009 akan menurunkan 100 spesies anggrek hutan ke lokasi yang sudah tersedia. Untuk ini akan dipersiapkan lengkap dengan buku anggrek spesies yang ada di Taman Eden.

Di Bali, melihat-lihat anggrek saja harus bayar Rp 10.000. Kenapa di Taman Eden tidak kita buat seperti itu?

Bagaimana dengan Danau Toba?

Keprihatinannya tentang danau toba karena kurangnya kepedulian dari kita sendiri. "Danau TOba yang termashyur bagi orang lain, bagi kita biasa-biasa saja", katanya. Keadaannya sekarang seperti mati. Kedepan bagaimana untuk berkembang? Kita harus mempersiapkan diri kita seperti yang dilakukan beberapa orang antara lain ibu Annette.

Kenapa orang tidak mau datang ke Danau Toba?

Seputar danau toba banyak sampah, pohon disekitarnya ditebangi, dan belum melihat kekayaan alam disekitarnya. Kepedulian dari pemerintah perlu ditingkatkan disamping kepedulian masyarakat.


AddThis Social Bookmark Button